Latihan Soal - SD/MI - SMP/MTs - SMA | Kategori : Semua Soal


Latihan Soal Hikayat - Bahasa Indonesia SMA Kelas 10

Preview:


Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang bergaris bawah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna…
___
A. diusir

B. diminta

C. diperintah

D. diizinkan

E. diharapkan


Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?”

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah…

A. kemudian

B. lalu

C. maka

D. setelah itu

E. selanjutnya


Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu…
___
A. disebarluaskan secara lisan

B. statis

C. kesaktian

D. anonim

E. istana sentris


Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah …

A. Sri Rama

B. Si Miskin

C. Indera Bangsawan

D. Laskar Pelangi


Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?

A. Anonim

B. Istana Sentris

C. Magis

D. Bersifat Modern


apa yang dimaksud dengan Hikayat?

A. cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

B. jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

C. bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

D. suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.


Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah…

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: “Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?”
___
A. Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

B. Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

C. Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

D. Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

E. Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.


Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu…
___
A. Nilai Moral

B. Nilai Agama

C. Nilai Pendidikan

D. Nilai Budaya

E. Nilai Sosial


Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu…

A. kemustahilan

B. kesaktian

C. istana sentris

D. anonim

E. bahasa


Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

A. Istana Sentris

B. Bersifat Modern

C. diketahui pengarangnya

D. Antonim




Tentang LatihanSoalOnline.com

Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.