Latihan Soal Hikayat - Bahasa Indonesia SMA Kelas 10

Preview:


Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah … .

A. Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

B. Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

C. Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

D. Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

E. Persahabatan antara burang dan kura-kura


”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

A. mendahulukan kepentingan umum

B. menghormati orang lain

C. menegur orang dengan bahasa yang sopan

D. menolong orang yang sedang menderita

E. membantu orang yang sedang bersedih hati


Kata arkais adalah ….

A. Kata populer saat ini

B. Kata baku yang resmi

C. Kata sulit yang tidak dimengerti

D. Kata unik yang baru muncul

E. Kata yang sudah jarang digunakan


Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah …

A. Hikayat

B. Anekdot

C. Negosiasi

D. Wawancara

E. Debat


Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu…
___
A. disebarluaskan secara lisan

B. statis

C. kesaktian

D. anonim

E. istana sentris


Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu…

A. kemustahilan

B. kesaktian

C. istana sentris

D. anonim

E. bahasa


Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah….

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: “Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?”
___
A. Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.

B. Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.

C. Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.

D. Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.

E. Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.


Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

A. Istana Sentris

B. Bersifat Modern

C. diketahui pengarangnya

D. Antonim


Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?

A. Anonim

B. Istana Sentris

C. Magis

D. Bersifat Modern


Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?”

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah…

A. kemudian

B. lalu

C. maka

D. setelah itu

E. selanjutnya


Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.

Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

A. pemberani

B. baik budi

C. sombong

D. setia

E. kasar


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
___
A. Basmilah jika melihat kejahatan

B. Jangan menyombongkan diri

C. Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

D. Hendaklah menolong orang dalam kesulitan

E. Bersyukurlah jika mendapat pertolongan


Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah…

A. upeti dan hatta

B. upeti, hatta, dan nujum

C. raja, elok, dan nujum

D. elok dan nujum

E. upeti, putri, dan nujum


Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah…

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: “Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?”
___
A. Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

B. Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

C. Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

D. Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

E. Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.


Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah …

A. Sri Rama

B. Si Miskin

C. Indera Bangsawan

D. Laskar Pelangi


Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang bergaris bawah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna…
___
A. diusir

B. diminta

C. diperintah

D. diizinkan

E. diharapkan


Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu…
___
A. Nilai Moral

B. Nilai Agama

C. Nilai Pendidikan

D. Nilai Budaya

E. Nilai Sosial


Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa

yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai budaya yang ditunjukkan dalam penggalan hikayat di atas adalah … .

A. Memperkenalkan ilmu saat anak sudah cukup umur

B. Mewariskan gelar raja pada keturunan

C. Mempelajari ilmu agama

D. Menemukan buluh perindu

E. Memilih penerus raja melalui sayembara


Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.

Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
___
A. sosial

B. moral

C. budaya

D. agama

E. pendidikan


apa yang dimaksud dengan Hikayat?

A. cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

B. jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

C. bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

D. suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.




Tentang LatihanSoalOnline.com

Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.