Buku itu ditulis ala “gleyengan”, yaitu cara penyajian secara tidak langsung yang ringan, penuh canda tidak ngotot. Suatu cara yang peka budaya, yang melekat pada kebudayaan tertentu (Jawa). Gleyengan baru terasa kekhasan dan daya gunanya jika berlangsung antara priyayi dan wong cilik, hingga bisa dimaklumi jika peran wong cilik (para pembantu Pak Ageng) dalam buku ini berarti menghidupkan kisah/cerita yang dituturkan penulisan.
Mencermati kutipan resensi tersebut kita melihat adanya satu masalah yang dibahas, yaitu ….
A. Peran wong cilik bagi priyayi.
B. Gaya Umar Kayam menulis buku.
C. Konsep gleyengan menurut Umar Kayam.
D. Perbedaan priyayi masa lalu dan masa sekarang.
E. Manfaat buku Umar Kayam dalam perkembangan sastra.
Pilih jawaban kamu:

Pilih soal berdasarkan kelas
SD Kelas 1 SD Kelas 2 SD Kelas 3 SD Kelas 4 SD Kelas 5 SD Kelas 6 SMP Kelas 7 SMP Kelas 8 SMP Kelas 9 SMA Kelas 10 SMA Kelas 11 SMA Kelas 12Preview Soal Lainnya:
› Soal #115449 : Fiqih MTs Kelas 9Ta’zir adalah…
A. Memberi hadiah bagi pembunuh
B. Pengasingan
C. Hukuman mati
D. Semua salah
› Soal #135568 : UH Ekosistem - Biologi SMA Kelas 10
Karnivora menduduki taraf tropik….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 4 dan 1
E. 1 dan 3
Materi Latihan Soal Lainnya:
- PKn Bab 4 SMP Kelas 7
- Seni Budaya Tema 6 Subtema 3 SD Kelas 6
- Kuis IPS Bab 1 SMP Kelas 8
- Keberagaman Lingkungan Sekitar - IPS SMP Kelas 7
- PAI SD Kelas 4 Kurikulum Merdeka
- Ulangan Seni Tari - Seni Budaya SD Kelas 4
- Drama Modern - Bahasa Jawa SMP Kelas 9
- PKn Bab 4 SMP Kelas 9
- Menuntut Ilmu - PAI Bab 2 SD Kelas 2
- UH IPS Tema 6 SD Kelas 4
